Selasa, 25 Februari 2014

Aku Bersumpah Kepada Tuhan

          Sebelumnya mungkin memang aku yang paling ahli untuk bersikap cuek, tapi tidak lagi setelah mengenalmu. Aku hanya selalu berusaha agar topik pembicaraan kita tidak pernah habis, walau terkadang juga sering kurang asik; garing. Katamu.

           Iya, kamu selalu saja bilang seperti itu. Entah waktu aku masih ngelucu, ataupun memujimu. Itu semua semata-semata hanya karena aku betah berlama-lama bercakap denganmu. Mau sekadar lewat pesan singkat, atau langsung menatap ke kedua bola matamu. Bagiku, tak ada percakapan yang biasa, semuanya terasa begitu luar biasa.

          Karena disitulah aku menemukan bahagiaku sendiri, yang ada pada diri kamu. Kamu tidak perlu menjadi seperti orang lain, cukup menjadi kamu saja, aku sudah merasa beruntung memilikimu. Kamu juga tidak perlu merasa minder jika hendak bertemu denganku, bagaimanapun kamu, tetap kamu yang tercantik dimataku, tetap kamu alasan sederhana dari bahagiaku.


           Kamu mungkin tidak pernah tahu, apa yang aku pikirkan saat kita sedang bersama. Aku selalu berharap, semoga saja aku, alasan senyuman itu terbentang luas di rona pipimu. Hingga saat ini, senyummu masih yang ternyaman di mataku. Terkadang juga aku hanya bergumam dalam hati sambil memandangmu penuh arti seraya berkata "Bisakah waktu ini berhenti untuk sementara ya Tuhan, aku hanya ingin lebih lama memandangi lukisan-Mu yang sungguh indah ini."

          Kamu mungkin juga tidak pernah tahu, bahwa namamu yang indah itu, selalu terselip di setiap doaku kepada Tuhan meminta kamu. Setidaknya untuk saat ini, selebihnya sampai ku mati.
 
          Hahaha... Mungkin aku sedikit ngawur atau bahkan ngelantur, tapi memang itu yang aku rasakan, aku hanya tidak bisa memungkirinya. 

Biarlah kau lepas dari pandangku, asal janganlah lepas dari hatiku.

           Maka aku bersumpah kepada Tuhan, akan kuperjuangkan pemilik dari senyum itu, agar senyumnya senantiasa menghiasi hari-hariku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar